-->

10 July 2020

author photo
Keterangan Foto: Pose bersama kader Pemuda Panca Marga Kota Batam dibawah komando Syafrizal Ganti Sitorus di Markas Komando Distrik Militer (Makodim) pada Rabu (8/7/2020). (FOTO: Istimewa)
padamedia.co-Menyikapi pelantikan pengurus Pimpinan Daerah Pemuda Panca Marga (PD PPM) Provinsi Kepulauan Riau versi Munaslub dengan Ketua Umum, Berto Izak Dokko mengundang reaksi dari pengurus PD PPM Prov Kepri yang dikomandoi Supandi AR, S.Sos.,M.Hum dengan menggelar konferensi pers guna mengklarifikasi statuta organisasi PPM di mata hukum yang berlaku di Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PD PPM Prov Kepri, M Al Ichsan yang mendapat pendelegasian wewenang dari Ketua PD PPM Prov Kepri, Supandi AR, S.sos.M.Hum karena tengah berada di luar kota menjelaskan dalam keterangan persnya secara resmi di Markas Daerah PD PPM Prov Kepri, Kamis, (9/7/2020) petang kemarin bahwa, organisasi PPM itu memang memiliki hubungan emosional kesejarahan dengan para ayahanda yang tergabung pada Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Meski demikian, baik LVRI maupun PPM memiliki konstitusi organisasi secara terpisah.

Dengan demikian, persepsi yang berkembang melalui media bahwa terhadap kepengurusan PPM di tingkat pusat telah dibekukan oleh LVRI. Hal demikian, kata Ichsan tentu saja tidak benar. Sebab mekanisme yang ditempuh dalam setiap momentum suksesi kepemimpinan suatu organisasi tidak bisa ditentukan oleh oknum maupun atas nama lembaga lain.
"Kita harus melek hukum dong dan menjaga kondusifitas bangsa ini. Tolong hormati proses hukum yang justru dikerjakan oleh PPM versi munaslub itu sendiri," kata Ichsan.
Dengan tenang, Ichsan menjelaskan bahwa organisasi Pemuda Panca Marga lahir pada Tahun 1981 dan Pemuda Panca Marga adalah anak kandung lahir dari rahim Legiun Veteran Republik Indonesia.
“Legiun Veteran Republik Indonesia sampai kapanpun adalah ayahanda/orang tua kami, yang mengandung Pemuda Panca Marga sehingga Pemuda Panca Marga itu lahir dan ada sampai hari ini. Sampai kapanpun tidak akan pernah kami ingkari,” kata Ichsan tegas. 

Ditambahkannya, Pemuda Panca Marga hingga kini telah melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) sebanyak sepuluh kali. Sejak awal, lanjut Dia, pada medio 1981, Markas Besar (Mabes) Legiun Veteran Republik Indonesia mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor: SKEP-45/MBLV/V/12/1986 Tentang Kedudukan Organisasi Persatuan Istri Veteran Republik Indonesia (PIVERI) dan Pemuda Panca Marga (PPM).
“Ini pondasinya dan ini dasarnya,” ujar Ichsan.
Lebih lanjut, Pimpinan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia (di dalam surat keputusan tersebut) mengingat pada Pasal 18 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1967, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan, Pasal 11 Anggaran Dasar dan Pasal 12 Anggaran Rumah Tangga Legiun Veteran Republik Indonesia dan Keputusan Rapat Dewan Paripurna Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia tanggal 13 sampai 15 Oktober tahun 1986, menerangkan bahwasannya sebelum surat keputusan itu keluar, diadakan Rapat Paripurna.
“Jadi keputusan ini, mereka mengadakan Paripurna bukan rapat yang sebentar (1jam) satu hari, kemudian di putuskan. Mereka Paripurna dilaksanakan mulai dari tanggal 13, 14 dan 15 Oktober 1986 selama tiga hari,” kata Plt Ketua PD Pemuda Panca Marga Provinsi Kepri, saat membacakan poin penting di dalam isi surat keputusan Pimpinan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia di Mada PPM Baloi.
Masih kata Ichsan, menyampaikan lanjutan dari surat keputusan tersebut di hadapan media, dibunyikan menetapkan surat keputusan tentang kedudukan organisasi Persatuan Istri Veteran Republik Indonesia (PIVERI) dan Pemuda Panca Marga (PPM), memutuskan bahwa, pertama, yakni mengubah kedudukan organisasi Persatuan Istri Veteran Republik Indonesia (PIVERI) dan Pemuda Panca Marga (PPM) yang semula sebagai anak organisasi Legiun Veteran Republik Indonesia menjadi organisasi kemasyarakatan yang mandiri.
“Keputusan ini menjadi pondasi yang akan kami sampaikan kepada rekan-rekan dan masyarakat luas baik organisasi masyarakat (Ormas), organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Batam, organisasi Paguyuban, organisasi usaha, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) serta seluruh organisasi yang ada, supaya paham dan tidak melihat di satu sisi saja,” ucapnya.
“Jadi kita paham ya. Ini bukan keputusan PPM, orang tua kita yang memutuskan. Memahami struktur hukum itu memang harus banyak dibaca kemudian dikaji mendalam. Terus dibaca sejarah tersebut secara berulang, sehingga pemahaman kita pun kokoh ya?," tambahnya.

Kedua, masih Ichsan, selambat-lambatnya tanggal 15 Februari 1987 PIVERI dan PPM harus sudah menyesuaikan diri dengan ketentuan Perundang-undangan yang berlaku. Selanjutnya (ketiga), dengan mandirinya PIVERI dan PPM, maka hubungan dengan Legiun Veteran Republik Indonesia didasarkan atas kesejarahan (historis), aspirasi dan komunikasi sosial timbal balik.

Kemudian selanjutnya ke-empat, masih Ichsan melanjutkan penyampaian isi lanjutan dari surat keputusan Pimpinan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia, bahwa keputusan ini akan dipertanggungjawabkan oleh Pengurus Pusat (PP)-LVRI kepada Kongres ke VI Legiun Veteran Republik Indonesia sesuai dengan petunjuk Dewan Pengurus Pusat DPP-LVRI.

Keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta, pada tanggal 26 Desember 1986 oleh Pimpinan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia selaku Ketua Umum yakni Letnan Jenderal TNI Purnawirawan Achmad Tahir. Tembusan sebagai laporan kepada bapak Presiden Republik Indonesia, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Pertahanan dan Keamanan (Menhankam) dan Panglima Angkatan Bersenjata (Pangab). 
"Jadi inilah dasarnya dan tidak sembarangan para orang tua kita di LVRI terdahulu dalam membuat keputusan dan kebijakan,” terangnya.
Kemudian seiring dengan waktu, Pemuda Panca Marga selalu exsis berbuat tengah masyarakat, tanpa ada kendala dan tanpa ada problem/masalah sehingga Pemuda Panca Marga dapat melaksanakan Munas yang ke X pada tanggal 5, 6 dan 7 September tahun 2019.

Di dalam Munas tersebut, Ketua sebelumnya (diakhir masa jabatannya) melaksanakan Munas dan itu merupakan tanggung jawab baik di tingkat Nasional (Munas), di tingkat daerah (Musda) dan seterusnya.

Dijelaskannya bahwasannya Ketua Umum Pemuda Panca Marga sudah melaksanakan Munas dan di dalam Munas tersebut, terpilihlah sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM), Samsudin Siregar dan Sekretaris Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PPM), Abdillah Karyadi.
“Munas ini dihadiri oleh seluruh Mada tingkat Provinsi dari seluruh Indonesia lebih kurang 34 Provinsi," katanya merinci
"Pesertanya adalah Ketua Mada yang hadir dengan ketentuan telah melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) yang mana peserta ialah para Ketua Markas Cabang (Macab) tingkat Kabupaten dan Kota, ga main tunjuk-tunjuk aja,” kata Dia.

Khusus untuk Provinsi Kepulauan Riau, kata Ichsan, Musda sudah dilaksanakan pada tahun 2015 dan terpilihlah Supandi AR selaku Ketua Pimpinan Daerah PPM Provinsi Kepri. Akan tetapi, tambah Ichsan, setelah selesainya Munas pada tanggal 5, 6 dan 7 September tahun lalu, pada tanggal 9-nya Legiun Veteran Republik Indonesia mengatasnamakan Legiun Veteran Republik Indonesia membentuk Presidium. Kemudian melakukan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).
“Koridor suatu organisasi, kalau ketua sebelumnya lewat masa jabatan dan belum juga melaksanakan Munas mungkin bisa dipaksakan untuk Munaslub. 
Namun, Ketua Pemuda Panca Marga sebelumnya sudah melaksanakan Munas sehingga terpilihlah Ketua Pemuda Panca Marga yaitu Bapak Samsudin Siregar dengan Sekretaris Bapak Abdillah Karyadi. 
"Nah ini yang jadi pertanyaan siapa yang mau di Munaslubkan,” kata Ichsan bernada tanya. 
Plt Ketua Pimpinan Daerah PPM Provinsi Kepulauan Riau menyampaikan bahwasannya Pemuda Panca Marga Provinsi Kepri melaksanakan sesuai dengan instruksi dari pengurus pusat, agar PPM menjaga kondusifitas Indonesia.
“Kalau kami (PPM) ada di Kepri, berarti kami menjadi Kepri. Di Batam menjaga Batam supaya PPM benar-benar menjadi organisasi yang dicintai dan dipahami oleh masyarakat. Kami adalah organisasi dari anak, cucu, perintis pejuang kemerdekaan Veteran dan kami harus menampilkan intelektual didalam berorganisasi sehingga kami tidak melakukan hal-hal yang tidak baik,” tkatanya.
PPM ini, kata Ichsan mempunyai Legalitas. dan di dalam satu organisasi berdasarkan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia hanya akan mengeluarkan satu pada organisasi yang sama keputusan Kemenhumham itu hanya satu.
"Jadi tidak akan ada dua dan keputusan itu ada sama Pemuda Panca. Marga yang organisasinya kami jalani,” sambungnya.
Berikut surat Keputusan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Keputusan LVRI mengenai kedudukan PPM yang telah bersifat Mandiri yang di maksud:


Serta Lampiran Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia:

SK Menkumham Pemuda Panca Marga dengan Ketua Umum, Samsuddin Siregar, S.H dan Sekretaris Jenderal, Abdillah Karyadi, S.Pd
“Dan ini kita melaksanakan Munas 5, 6 dan 7 langsung kita laporkan. Artinya legalitas keorganisasian Pemuda Panca Marga sangatlah LEGAL. Kemudian di dalam menjalankan roda organisasi Pemuda Panca Marga, kami betul-betul berpegang dan berpatokan kepada regulasi yang ada serta koridor-koridor yang semestinya dijalani. Kami tidak mau keluar dari koridor dan kami tidak mau lepas dari rel yang sudah ditentukan,” pungkasnya.
Turut hadir dalam Press Realese tersebut diantaranya ialah Ketua Dewan Pertimbangan PDPPM Provinsi Kepri, Heri Zulkifli Arim, Asmadi-Bendahara PD PPM Prov Kepri, Syafrizal Ganti Sitorus-Ketua Pimpinan Cabang PPM Kota Batam yang hadir membawa pasukan yang dikomandoi, Drs. Bugianto selaku Wakil Komandan Batalyon Resimen Yudha Putra 01/33 Yudha Putra.

WALUDDIN
your advertise here

This post have 0 comments


EmoticonEmoticon

Next article Berita Terbaru
Previous article Berita Sebelumnya

Advertisement

 
MARI MEMBACA UNTUK INDONESIA MAJU