-->

15 July 2020

author photo
Keterangan Foto: Ilustrasi Taxiway dan Apron di Bandara Hang Nadim Kota Batam. (Sumber: Swara Kepri)
padamedia.co-Perusahaan berplat merah PT Nindya Karya yang kembali memenangkan lelang proyek Badan Pengusahaan (BP) Batam dengan nilai pagu sebesar Rp188.757.960.000 untuk pembangunan Taxiway dan Apron 04 di Batam, mempunyai rekam jejak atau Track Record yang dinilai tidak terlalu bagus dan diduga miliki Track Record bermasalah dengan beberapa proyek baik di Batam maupun di kota-kota lainnya.

Dengan waktu pengerjaannya (pendek) di tahun 2020 ini, tentunya bisa dipertanyakan kesiapan Perusahaan tersebut, mengingat Track Record yang bermasalah dalam pengerjaan proyek sebelum-sebelumnya.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol Badan Pengusahaan (BP) Batam, Dendi Gustinandar menjelaskan terkait dengan kesediaan posisi dan alat-alat pengerjaan utama (untuk Taxiway dan Apron 04 di Batam) atas pemenang lelang proyek Badan Pengusahaan (BP) Batam senilai Rp188.757.960.000 milyar rupiah tersebut, mengingat waktu pengerjaan yang sudah dekat atau mepet.

“Untuk proses tender pekerjaan pembangunan Taxiway dan Appron 4 Bandara Internasional Hang Nadim Batam terdapat beberapa tahapan, dimulai dari tahap prakualifikasi sampai dengan tahapan sanggah,” ujar Dendi melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (15/7/2020) siang.

Dikatakan Dendi, mengenai apakah kelompok kerja (Pokja) sudah melakukan verifikasi terhadap Perusahaan dimaksud, ia menyampaikan bahwasannya didalam salah satu tahapan ada tahapan evaluasi terhadap dokumen administrasi, teknis dan keuangan.

“Pokja telah melakukan evaluasi sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 dan Peraturan Menteri Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 7 Tahun 2019 jo 14 Tahun 2020,” jelasnya.

Sesuai dokumen penilaian teknis dalam dokumen tender, kata Dendi, evaluasi peralatan hanya mencakup status peralatan dengan kategori milik sendiri, sewa beli dan sewa.

“Kami sampaikan, bahwa Pokja paket dimaksud sudah melakukan semua tahapan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” pungkasnya.

WALLUDIN

your advertise here

This post have 0 comments


EmoticonEmoticon

Next article Berita Terbaru
Previous article Berita Sebelumnya

Advertisement

 
MARI MEMBACA UNTUK INDONESIA MAJU