-->

03 August 2020

author photo
Keterangan gambar : BNNP Kepri gelar Konferensi Pres pengungkapan sabu seberat 10 kg, Senin (3/8/2020). (Foto : istimewa)
PADAMEDIA.Co-Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau (BNNP Kepri), mengungkap satu kasus peredaran gelap Narkoba jaringan Internasional yang terjadi di wilayah Kepulauan Riau. Tiga orang tersangka berhasil dibekuk berikut dengan barang bukti Narkotika Golongan I jenis sabu seberat bruto 10.462 gram, Senin (3/8/2020).

Kepala BNNP Kepri, Brigjend Pol Richard Nainggolan mengatakan, kronologis kejadian berawal dari informasi masyarakat bahwa, di sebuah rumah di Taman Yasmin Kebun No. 67, akan terjadi transaksi Narkotika golongan I jenis sabu dan diduga sabu tersebut berasal dari negara Malaysia.
“Laporan Kasus Narkotika: LKN/22/VII/2020/BNNP, pada hari Rabu, (29/7/2020) beberapa waktu lalu sekira pukul 10.00 WIB, Petugas BNN Provinsi Kepulauan Riau mendapatkan informasi dari masyarakat akan ada transaksi narkotika,” ujar Brigjend Pol Richard Nainggolan.
BACA JUGAAturan Belajar Tatap Muka di Sekolah Mulai Dibahas Pemko Batam

Selanjutnya, dikatakan Richard, sekira pukul 10.30 WIB petugas BNNP Kepri berangkat menuju ke Taman Yasmin Kebun. Setelah sampai (Taman Yasmin Kebun), petugas BNNP Kepri melakukan pemeriksaan di sebuah rumah dan mendapati ada satu orang pria bernama inisial M (29) warga negara Indonesia (WNI) di dalam rumah tersebut.
“Pukul 11.00 WIB, petugas kita melakukan pemeriksaan di alamat rumah yang dimaksud. Dan benar saja, petugas kita mendapati satu orang pria berada di dalam rumah itu,” jelas Richard.
Keterangan gambar: Barang bukti yang diamankan BNNP Kepri. (Foto: Istimewa)
Kemudian, masih Richard, petugas melakukan penggeledahan dan menemukan delapan bungkus diduga Narkotika jenis sabu di dalam sebuah tas berwarna merah dan dua bungkus Narkotika jenis sabu yang di sembunyikan di dalam kaos berwarna hitam, seberat bruto 10.462 gram.
“Petugas mendapati 10 bungkus sabu di dua tempat. Satu di dalam tas dan satu lagi di atas kasur,” bebernya.
Menurut keterangan tersangka M, kata Kepala BNNP Kepri, dua bungkus sabu tersebut akan diantarkan kepada seseorang yang bernama inisial T (35) WNI yang sudah menunggu di seputaran daerah tersebut.

BACA JUGA:


Kemudian, tambah Richard, petugas melakukan Control Delivery (CD) dan melakukan penangkapan terhadap pelaku T di dalam sebuah mobil merek Avanza yang berada dipinggir jalan di seberang SMA Negeri 3 Kota Batam.

Selanjutnya, petugas BNNP Kepri melakukan test urine terhadap kedua tersangka tersebut. Dan didapat hasil dari pelaku M negatif dan T positif.
“Kita lakukan test urine setelah diamankan dan hasilnya satu negatif dan satu positif Metamfetamin dan Amfetamin. Kemudian pukul 14.30 WIB tersangka M mendapat telepon dari Aceh untuk mengantar satu kilogram kepada saudara Y (30),” terangnya.
Pada pukul 17.45 WIB, petugas melakukan CD dan melakukan penangkapan terhadap tersangka Y. Pada hari Rabu (29/7/2020) sekira pukul 12.00 WIB, kata Richard, tersangka dan barang bukti dibawa oleh petugas Bidang Pemberantas BNN Provinsi Kepri ke kantor BNNP Kepri guna penyidikan dan pengembangan kasus lebih lanjut.     
“Masing-masing tersangka dijanjikan upah sebesar Rp5 juta rupiah per kg (M), Rp5 juta rupiah per dua kg dan saudara Y Rp5 juta rupiah. Pemilik barang bernama inisial A sekarang masih kami buru Daftar Pencarian Orang (DPO) di Malaysia,” ujarnya.
Richard menyampaikan bahwa tersangka berperan sebagai kurir dan baru pertama kali melakukan pengiriman. Dan tersangka menunggu instruksi lebih lanjut terkait pengiriman dan tujuan barang.
“Dari hasil pengungkapan ini, telah menyelamatkan setidaknya kurang lebih 52.310 ribu jiwa bangsa Indonesia dari bahaya Narkoba. Dan hasil pemeriksaan urine diketahui bahwa tersangka M (negatif), T (positif), Y (positif) Methamphetamine,” pungkasnya.
ILHAM SAWALLUDIN | Sumber: Keterangan Pers Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau
your advertise here

This post have 0 comments


EmoticonEmoticon

Next article Berita Terbaru
Previous article Berita Sebelumnya

Advertisement

 
MARI MEMBACA UNTUK INDONESIA MAJU