-->

04 August 2020

author photo
Keterangan gambar: Begini para perwakilan driver Gojek Batam saat berada di Gedung Dewan menunggu jadwal diterima anggota dewan mempertanyakan perkembangan korespondensi keberatan driver atas program "Berkat". (Foto: Gusril)
PADAMEDIA.Co-Puluhan perwakilan driver Gojek Batam kembali mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, Senin (3/8/2020) kemarin. Meski menunggu cukup lama, akhirnya mereka ditemui salah seorang anggota DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin.

BACA JUGAAturan Belajar Tatap Muka di Sekolah Mulai Dibahas Pemko Batam

Dalam pertemuan itu, menurut Gusril Arizal, Koordinator Perwakilan Driver Gojek Batam kepada PADAMEDIA.Co, mereka mempertanyakan perkembangan kesepakatan yang dibuat saat mereka menggelar demo beberapa waktu lalu. Sebelumnya, diberitakan bahwa Driver Gojek Indonesia Protes "Program Berkat", Dewan Ancam Rekomendasi Pembekuan Izin Gojek. 

Kehadiran mereka itu, dikatakan Gusril sebenarnya tergerak secara spontan, mengingat sejak digelar aksi beberapa waktu lalu hingga sekarang telah cukup lama durasi menunggu adanya keputusan dan janji dewan untuk turut mengawal persoalan ini hingga tuntas.
"Kami hanya mau mempertanyakan saja, sudah sampai sejauh mana prosesnya," kata Gusril ketika ditanya mengenai tujuan para driver Gojek Batam itu ke Gedung Dewan.
Diakui Gusril, pihak dewan telah mengakomodir keluhan masyarakat pekerja driver online Gojek Batam ini. Setidaknya, kata Gusril, pihak dewan telah mengirimkan Surat ke PT.Gojek Indonesia yang bernomor : 263/170/VII/2020 yang bertanda tangan Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto.

BACA JUGA:


Oleh sebab itu, tentu harus diketahui pula perkembangan dari korespondensi antara pihak dewan dengan manajemen PT Gojek Indonesia tersebut. Karena merasa telah disepakati bahwa persoalan ini akan dikawal secara penuh oleh Anggota Dewan, Muhammad Kamalludin, akhirnya pada pukul 16.00 WIB, puluhan orang driver Gojek Batam itu pun membubarkan diri.

BACA JUGA: Advokat Harus Mampu Diskusi dengan Argumen yang Baik

Sebelumnya, mereka melakukan aksi unjuk rasa ratusan driver Gojek online Kota Batam (Gempar13) atau Gerakan Melawan Aplikasi Rakus yang dilaksanakan dua hari berturut-turut yakni pada hari Senin dan Selasa (13-14/7/2020) kemarin di Kantor DPRD Kota Batam, Batam Center, menghasilkan dua poin dari Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Adapun dua poin hasil RDP tersebut ialah sebagai berikut:

  • Pihak Gojek Indonesia diberikan waktu yang sesingkat-singkatnya (1x24 jam) untuk menjawab, apakah menerima atau menolak tuntutan tersebut.


  • Anggota Dewan akan menggunakan kewenangannya apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi, untuk merekomendasikan pembekuan Gojek Batam ke Menteri Koordinator (Menko).

ANDRI DALLE
your advertise here

This post have 0 comments


EmoticonEmoticon

Next article Berita Terbaru
Previous article Berita Sebelumnya

Advertisement

 
MARI MEMBACA UNTUK INDONESIA MAJU