-->

06 August 2020

author photo
Keterangan gambar : Petugas Pengadilan Negeri saat menggelar rekonstruksi kejadian. (Foto : istimewa)
PADAMEDIA.Co-Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas II Ranai menjatuhkan vonis 13 tahun penjara terhadap Siti Holijah alias Ijah, setelah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana diatur dalam Pasal 338 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Vonis ini sesuai dengan tuntutan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cabang Kejaksaan Negeri Tarempa  seperti dikutip dari KORAN BATAM dalam beritanya, pada fakta persidangan Ijah terbukti melanggar pasal 338 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Tarempa, Allan Baskara Harahap SH selaku Penuntut Umum menyatakan puas dengan putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Ranai atas perkara ini.

“Saya mewakili Tim Jaksa Penuntut Umum, dalam hal ini mengapresiasi putusan yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim PN Ranai. Saya ucapakan terima kasih juga untuk tim Jaksa Penuntut Umum Cabjari Anambas dan penyidik Polres Anambas atas kerjasamanya dalam penegakan hukum terhadap perkara ini,” kata Allan kepada wartawan, Kamis (6/8/2020).


Terhadap putusan yang dijatuhkan, terpidana Siti Holijah akhirnya, menerima dan tidak mengambil upaya hukum walaupun dalam proses persidangan terpidana Siti Holijah sempat mengelak dan tidak mengakui telah melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap korban yang merupakan suami sirinya itu.

“Saat ini, kita tengah menjadwalkan untuk melakukan eksekusi atas putusan hakim yang telah berkekuatan hukum terhadap Siti Holijah ke Lapas Perempuan Batam,” katanya.

Seperti diketahui, Ijah merupakan pelaku pembunuhan atas suaminya dari pernikahannya secara siri, Asmawi (35). Sempat beredar dikabarkan bunuh diri, ternyata pria yang keseharian bekerja sebagai Bendahara di Dinas PU Kabupaten Kepulauan Anambas itu dihabisi Ijah dengan cara di pukul lalu di gantung.

Penyelidikan dilakukan polisi usai kematian Asmawi sebelumnya di rumah sewanya yang berada di Kampung Baru, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan. Ia saat itu ditemukan tewas tergantung, Jumat (20/9/2019) lalu.

Namun usai melakukan olah TKP di dua lokasi, polisi curiga kematian Asmawi. Di tubuhnya ditemukan bekas kekerasan. Didapati dari hasil penyidikan itu Asmawi meninggal bukan karena gantung diri, namun sempat terjadi percekcokan dengan Ijah, si Pemandu Karaoke di salah satu tempat hiburan di Anambas. Keduanya diketahui menikah siri sejak 2015 dan dikaruniai seorang anak.

ILHAM SAWALLUDIN 
your advertise here

This post have 0 comments


EmoticonEmoticon

Next article Berita Terbaru
Previous article Berita Sebelumnya

Advertisement

 
MARI MEMBACA UNTUK INDONESIA MAJU