-->

16 August 2020

author photo

PADAMEDIA.Co-Maraknya kegiatan di Gelanggang Permainan (Gelper) di Batam, sehingga memicu berkumpulnya masyarakat yang hobi "bermain" tanpa mengikuti ketentuan protokol kesehatan, guna mencegah munculnya klaster baru penyebaran Pandemi Covid-19 mendapat sorotan serius dari kalangan ulama di Batam.

Ust. Nurmantiaz, Pimpinan Pondok Pesantren Inayatullah Batam bahkan meminta pemerintah tegas terhadap pengusaha Gelper yang mengabaikan ketentuan protokol kesehatan, sebab kata Dia, penyebaran Covid-19 ini berlangsung masif dan tidak bisa ditolerir.
"Sebaiknya pemerintah daerah segera menutup Gelper menganggap remeh Pandemi Covid-19," katanya kepada media ini, Sabtu (/15/8/2020) menegaskan.
Pemerintah, dikatakan Nurmantiaz, tidak bisa menutup mata dan telingan terhadap potensi penyebaran Covid-19 di tempat-tempat hiburan malam termasuk Gelper. Apalagi, tempat-tempat ibadah masih diwajibkan untuk mematuhi ketentuan protokol kesehatan. Begitu juga dengan sekolah-sekolah yang hingga saat ini, belajar tatap muka pun ditiadakan.
"Saya kira pelanggar ketentuan protokol kesehatan harus ditindak. Mekanismenya seperti apa, tentu pemerintah dan aparat yang berwenang atas itu," katanya lagi.

Hal senada juga dikemukakan Ust. Miftah Andrinaya yang aktif mengingatkan masyarakat soal bahaya judi. Ketika ditemui PADAMEDIA.Co di bilangan Bengkong Baru usai gelaran tausyiah di salah satu masjid malam ini mengemukakan jika memang masih ada tempat-tempat hiburan malam yang mengabaikan protool kesehatan, pihak berwajib mesti bertindak dan tidak membiarkannya.
"Tempat hiburan malam wajib ditutup. Bahaya itu," katanya.
Mendapati laporan tersebut, ulama asal Palembang ini menegaskan akan menghimpun komunikasi dengan Dewan Masjid dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk mengambil sikap. Selain pemerintah dan kepolisian yang akan disurati mereka, langkah melaporkan hal ini kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Prof. Mahfud MD juga akan menjadi prioritas masyarakat.

"Kita liat nanti. Pengusaha Gelper atau masyarakat yang kuat,"kata Dia tegas.

Untuk diketahui, aktifitas Gelper dan tempat hiburan malam di Batam terus menggeliat pasca dinyatakan pemerintah bahwa mulai memasuki tatanan hidup baru atau di istilahkan "New Normal".

Dibeberapa tempat seperti di Stella Indah Zone, Batu Aji dan Golden Mine, Nagoya terdokumentasi aktifitas warga yang memiliki hobi "bermain" gelper" tak mengindahan Protokol Kesehatan (Protkes) disaat tengah gencar-gencarnya Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam upaya pencegahan wabah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

Dalam dokumentasi foto aktifitas gelper yang telah beroperasi terhitung sejak bulan Juni dan Juli lalu itu, masih saja ada tidak mengenakan masker dengan jarak duduk yang tak terlalu jauh.

Diberitakan sebelumnya bahwa, Wali Kota Batam, H Muhammad Rudi, menyiapkan sanksi bagi pelanggar Protokol Kesehatan.  Pemberian sanksi tersebut sebagai langkah pemerintah mendisiplinkan warganya dalam melawan Corona Virus Disease (Covid-19).

Rudi mengatakan, pihaknya akan melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk membahas sanksi yang tepat. Hal itu dinilai penting agar masyarakat makin sadar pentingnya Protokol Kesehatan.

Pembahasan sanksi tersebut, kata Rudi, berdasarkan instruksi langsung dari Presiden RI, Joko Widodo, melalui Inpres 6/2020 Tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Inpres yang diteken pada Selasa (4/8/2020) itu salah satunya mengatur soal sanksi bagi pelanggar Protokol Kesehatan (Protkes).

Sementara, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam tengah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 di lokasi tempat hiburan malam (THM).

Kegiatan pembinaan dan pengawasan di lokasi hiburan tersebut pasca diizinkan Walikota Batam H Muhammad Rudi, dibuka kembali dengan menerapkan Protkes (New Normal) mulai 15 Juni lalu.

“Pelaksanaan Pengawasan ini dapat merespon informasi yang didapat. Dan juga kami rutin melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaku-pelaku usaha lainnya, pasca Walikota Batam Bapak H M Rudi membolehkan kembali dibukanya usaha di Kota Batam,” ujar Ardi.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk melihat penerapan Protokol Kesehatan yang dilakukan oleh para pelaku usaha dan para pengunjung.

“Kami melihat apakah karyawan dan pengunjung sudah menerapkan Protokol Kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah. Apabila kami menemukan ada yang tidak pakai masker termasuk yang tidak menjaga jarak, langsung kita tindak,” terangnya.

ANDRI DALLE
your advertise here

This post have 0 comments


EmoticonEmoticon

Next article Berita Terbaru
Previous article Berita Sebelumnya

Advertisement

 
MARI MEMBACA UNTUK INDONESIA MAJU