-->

17 September 2020

author photo
Suasana Bandara Hang Nadim
PADAMEDIA.Co-Terkuak perlahan, ternyata mekanisme lelang tender proyek pengadaan taxiway dan apron 04 yang menelan anggaran biaya sebesar Rp 155 miliar dimenangkan tanpa dokumen K3. Padahal dokumen K3 merupakan salah satu persyaratan mengikuti lelang. Ada apa ini?

Hal tersebut diakui, General Manager PT Citra Beton, Tan Sun Hok sebagai supplier pendukung PT Nindya Karya pemenang lelang proyek pembangunan Taxiway dan Apron 04 mengatakan bahwa dirinya tidak memberikan dokument Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) alat berat yang merupakan menjadi salah satu persyaratan mengikuti lelang proyek.
"PT. Nindya Karya menang tender untuk proyek  taxiway & apron 04 bandara itu semua memakai dukungan penuh dari PT. Citra Beton, kami berikan dukungan penuh ke mereka, hanya dokument K3 saja yang tidak kami berikan,"kata Tan Sun Hok, saat di temui di salah satu kedai kopi di kawasan Nagoya, Rabu (16/09/2020).
Tan Sun Hok menjelaskan alat berat kami ada dokumen K3 nya, dan kami tidak berikan karena PT Nindya Karya memang tidak diminta.  Pernyataan Tan Sun Hok tersebut di buktikan dengan adanya surat pencabutan dan pembatalan dukungan pelaksanaan pekerjaan pembangunan Taxiway dan Apron 04 Bandara Hang Nadim oleh PT Citra Beton terhadap PT Nindya yang telah dikirimkan ke BP Batam.

Dalam surat No.254/CB-VIII/2020 tersebut, PT Citra Beton memaparkan telah memberikan dokumen berupa 5 buah photocopy STNK serta beberapa sertifikat yang di keluarkan oleh Unit PelaksanaTeknis Daerah Metrologi Legal Disperindag Kota Batam.

Sementara tidak ada di sebutkan tentang dokumen K3. Ditempat yang berbeda, pemerhati kebijakan publik dari Pusat Studi Politik Indonesia, Drs. Nurmantiaz mengatakan dokumen K3 menjadi persyaratan yang harus di penuhi oleh peserta lelang.

Biasanya dalam mekanisme lelang tender, kata Dia, K3 memang dipersyaratkan dalam TOR butir 1.12. Pada dokumen TOR butir 1.12 Penyedia Jasa Konstruksi Point b5 berbunyi "Khusus alat berat yang tercantum dalam Daftar Peralatan Utama minimal no.3 , 6, 9, 11, 15 dan 16 harus memiliki surat/dokumen pengesahan pemeriksaan dan pengujian keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang diterbitkan instansi pemerintah setempat.

Atas dasar temuan tersebut, Nurmantiaz merasa ada kejanggalan jika ada perusahaan menang tender meski tapa kelengkapan dokumen K3 itu. Sementara pemilik dokumen sendiri mengatakan mereka tidak ada memberikan karena tidak di minta.

Diberitakan sebelumnya, bahwa PT Citra Beton membatalkan dan melakukan pencabutan dukungannya setelah PT Nindya Karya memenangkan paket Pekerjaan Pembangunan Taxiway dan Apron 04. Hal tersebut dipertegas Tan Sun Hok terjadi akibat cideran janji yang telah di lakukan PT Nindya Karya terhadap PT Citra Beton yakni sebagai supplier readymix untuk proyek tersebut.
"Kami mau berikan dukungan penuh dalam upaya mereka untuk dapat memenangkan lelang, bahkan sudah ada terjadi negosiasi harga material. Oleh sebab itu kami berikan dokumen yang untuk bisa mereka gunakan sampai bisa menangkan tender. Kok sudah menang mereka malah sebut harga kami mahal dan mereka ambil material dari perusahaan lain. Sementara dokument yang di serahkan ke Pokja Pemilihan II itu dokumen kami," kata Tan Sun Hok dengan nada kecewa.
Diketahui, Bandara Internasional Hang Nadim Batam menggelar Kick Off Meeting Pembangunan Taxiway dan Apron 04, pada Rabu (29/7/2020) di Ruang Rapat Hang Nadim Batam.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara dan TIK BP Batam Suwarso mengatakan, Taxiway tersebut diperuntukkan bagi pesawat kargo yang akan mendarat di Bandara Internasional Hang Nadim.
“Pada proses pembangunan ini kami bekerja sama dengan PT Nindya Karya sebagai penyedia jasa konstruksi dan PT Yodya Karya sebagai konsultan supervisi. Pengerjaannya sendiri memakan waktu 158 hari kalender, dan diharapkan rampung pada tanggal 31 Desember 2020,” kata Suwarso.
 ANDRI DALLE
your advertise here

This post have 0 comments


EmoticonEmoticon

Next article Berita Terbaru
Previous article Berita Sebelumnya

Advertisement

 
MARI MEMBACA UNTUK INDONESIA MAJU