-->

22 October 2020

author photo


Keterangan gambar: Ta'in Komari, Ketua LSM Kodat Anti 86 memperlihatkan dokumen pelaporan kasusnya ke Bawaslu Provinsi Kepri. (Foto: Andri Dalle)

PADAMEDIA.Co
-Warga Batam, Ta'in Komari melaporkan Pasangan Calon (Paslon) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kepulauan Riau (Kepri) Nomor Urut Tiga, Ansar Ahmad dan Marlin Agustina ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepri terkait Tindak Pidana Pemilukada "Janji politik pemberian motor kepada perangkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) se-Kepri".

"Jelas kok pada pasal 187 huruf A yang substansinya menjanjikan memberikan sesuatu kepada seseorang agar melakukan sesuatu yang menjanjikan. Jadi laporan sudah diterima secara resmi dua hari lalu," kata Ta'in Komari kepada PADAMEDIA.Co, Kamis (22/10/2020) di bilangan Bengkong, Batam.


Ta'in memastikan unsur tindak pidana dalam laporan tersebut cukup kuat, karena jelas tidak boleh menjanjikan sesuatu yang dalam hitung-hitungannya saja tidak masuk akal.


Tak hanya itu, temuan dirinya di lapangan didapati adanya perangkat RW yang melakukan kegiatan politik memfasilitasi pasangan Ansar-Marlin di Batam dengan menggunakan kop surat dan stempel. Hal tersebut, baginya semakin memperkuat dugaan bahwa janji yang diucapkan calon tetap dijalankan di lapangan menyiratkan adanya hubungan hirarki, antara pemberi janji dan penerima janji. Ada pernyataan kemudian ada action sehingga pelanggaran terhadap pasal 187a tersebut semakin nyata.



Awal Bulan Oktober 2020, hampir semua media memberitakan soal janji Cagub untuk memberikan motor kepada RT/RW. Kemudian muncul juga pamflet di facebook dari akun Bintan Kite dan ditag pada akun Ansar Ahmad, yang berkampanye menjanjikan motor itu. 


Berita dan informasi soal janji pemberian motor sempat meredup, tapi kemudian mencuat lagi dengan ditemukan bukti baru yakni surat RW yang mengundang warga untuk kegiatan pasangan Ansar - Marlin.



Untuk itu, Ta'in berharap Bawaslu Kepri benar-benar serius menindaklanjuti laporan dimaksud, sebab Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian telah menegaskan sikap netral bagi lembaga tersebut dalam penyelanggaraan pilkada tahun ini.

"Kita berharap Bawaslu serius mengusut kasus dugaan pidana pelanggaran pemilu itu, jangan main-main karena bukan siapa yang akan menang dipilgub, tapi siapa yang punya integritas dan patut dipilih ke depan."kata Ta'in lagi.


ANDRI ARIANTO | GALIH

your advertise here

This post have 0 comments


EmoticonEmoticon

Next article Berita Terbaru
Previous article Berita Sebelumnya

Advertisement

 
MARI MEMBACA UNTUK INDONESIA MAJU